Strategi Sanitasi Kota Probolinggo

Penyusunan Strategi Sanitasi berdasarkan isu-isu strategis dan tantangan layanan sanitasi kota guna mendukung terwujudnya program sanitasi kota Probolinggo yang bersifat komprehensif dan terintegrasi sesuai dengan visi dan misi sanitasi kota. SSK ini pun menjadi kendali bagi realisasi pembangunan sanitasi yang berbasis kinerja serta gambaran kebutuhan pendanaan sanitasi tahunan dan jangka menengah.

Paparanisu-isu strategis dan tantangan layanan sanitasi kota dijabarkan untuk aspek teknis dan non teknis untuk setiap sub sektor sanitasi, yang meliputi air limbah, persampahan, drainase lingkungan, air bersih/air minum serta PHBS. Sedangakan paparan isu strategis yang mencakup aspek non teknis terdiri dariaspekkebijakan daerah, kelembagaan, keuangan, komunikasi, keterlibatan pelakuk bisnis, pemberdayaan masyarakat, gender dan kemiskinan, monitoring dan evaluasi.

Strategi air limbah Kota Probolinggo telah memiliki instalasi pengelolaan lanjutan untuk pengelolaan lumpur tinja dari tangki septic berupa IPTL dengan lokasi TPA serta sarana tangki dengan kapasitas 3m3 dan 4m3, perencanaanpembangunan IPAL komunal dengan jenis pengolahan yang dipakai ialah Anaerobic Baffle Reactor (ABR) salah satu pengolahan biologis secara anaerobik.

Strategi persampahan meliputi sarana pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan sampah telah menggunakan metode Sanitary landfill dan Controled landfill, kurangnya kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan kompos, penurunan kualitas udara karena bau limbah cair dan tinja serta peningkatan kadar debu dan pencemaran air tanah karena timbulan air lindi.

Untuk strategi drainase lingkungan sudah ada masterplan drainase sebagai acuan perencanaan, pengelolaan dan pembangunan sub sektor drainase kota maupun drainase lingkungan, tingginya tingkat sedimentasi yang menghambat kelancaran aliran dan mengurangi kapasitas saluran, terjadinya penumpukan sampah di ruas saluran maupun di dinding saluran menghambat aliran air.

Strategi air bersih/minum yaitu kualitas air bawah tanahcenderung menurun setiap tahunnya akibat pencemaran dan instrusiair laut, banyaknya penggunaan sumur pompa untuk lahan pertanian, berpengaruh terhadap berkurangnya kapasitas air bawah tanah yang dipergunakan untuk konsumsi masyarakat terutama di wilayah selatan kota Probolinggo, tidak memiliki sumber mata air dengan debit yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai sumber air bersih, kapasitas produksi yang masih terbatas, mahalnya biaya pemasangan jaringan pipa terutama pada wilayah yang belum terdapat jaringan pipa, masyarakat enggan menggunakan PDAM karena air berbau kaporit.

Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melakukan kampanye PHBS yang dilakukan pada tataran Rumah Tangga yaitu mencuci tangan dengan air bersih dengan sabun, menggunakanair bersih , menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, serta tidak merokok didalam rumah.

Sumber : http://www.ampl.or.id/digilib/read/81-strategi-sanitasi-kota-probolinggo/3196

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *