Layanan sanitasi adalah salah satu bentuk pelayanan dasar yang wajib didapatkan oleh masyarakat. Dalam rangka mewujudkan peran pemerintah daerah untuk mengetahui capaian layanan sanitasi dan menentukan target layanan sanitasi layak dan aman, maka diperlukan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan sanitasi. Kegiatan penyusunan dokumen tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dalam mewujudukan pengelolaan sanitasi yang baik. Pada realita di daerah, dikarenakan masing-masing dinas mempunyai kegiatan rutin mengakibatkan proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan sanitasi tidak sesuai yang diharapkan.

Oleh karena itu diperlukan pendampingan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan sanitasi dengan menggunakan pendekatan pembelajaran pada pemerintah daerah. Metode pembelajaran yang digunakan pada masa pandemi covid dengan melakukan pelatihan termoderasi. Pelatihan termoderasi merupakan metode dengan melibatkan pemateri dan fasilitator kelas dalam menyampaikan materi ajar pada peserta pelatihan melalui daring/luring. Tujuan pembelajaran di mulai dari tingkat pemahaman awal sampai dengan tingkat pemahaman yang mampu dicapai oleh peserta serta disusun sesuai substansi yang diajarkan, singat, jelas dan terukur. Upaya pencapaian tujuan dari pembelajaran secara optimal, perlu direncanakan dan ditentukan peserta sebagai target pelatihan, tujuan pembelajaran, ruang lingkup materi, kanal pelatihan (daring/luring), agenda pelatihan, serta pemateri dan fasilitator.

Total alokasi waktu metode belajar dengan pelatihan termoderasi menjadi hal penting yang harus diperhatikan.  Pelatihan termoderasi pada masa pandemi covid dengan perpaduan daring dan luring sangatlah efektif dalam proses tukar pengetahuanpemahaman substansi materi dan dapat memotivasi dalam meningkatkan kapasitas peserta pelatihan, serta diharapkan pasca pelatihan, peserta dapat menyusun dokumen SSK yang berkualitas dan implementatif.

Sumber : https://bengawan.poltekindonusa.ac.id/index.php/jurnal_bengawan/article/view/25