Simpanan Sanitasi agar Masyarakat tak BABS

Sanitasi bersih masih cukup awam di lingkungan masyarakat berpenghasilan rendah. Jika merujuk pada laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tercatat baru sebanyak 57,3 persen masyarakat Indonesia yang sudah mengakses sanitasi bersih. Fakta yang terjadi di lapangan, masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang buang air besar di sembarang tempat (BABS).

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, di Kabupaten Tangerang, terdapat satu-satunya koperasi berbasis syariah yang memberikan akses kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki sanitasi bersih. Ia adalah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) yang memiliki program simpanan sanitasi untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Sebelumnya, Kopsyah BMI sudah mempunyai program kredit sanitasi. Namun, kredit sanitasi mensyaratkan bagi yang ingin mengambil kredit harus menjadi anggota selama minimal satu tahun. Setelah banyaknya permintaan, dibentuklah simpanan sanitasi ini. Hal ini sekaligus menjawab hasil survei dari Kopsyah BMI yang menyatakan sebanyak 40 persen anggota Kopsyah BMI belum memiliki sanitasi bersih dan sesuai standar nasional.

“Ada beberapa kecamatan yang memang perlu perhatian khusus, terutama masalah sanitasi lingkungan dan air bersih. Program ini tentu bisa mengubah mindset masyarakat dengan memberikan mereka fasilitas untuk memperbaiki sanitasi,” ujar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, program dari Kopsyah BMI adalah Mikro Tata Griya yang memang difokuskan untuk membangun kamar mandi dan sanitasi. Kemudian, pada 2012, bekerja sama dengan IUWASH, dibangunlah sanitasi dengan spesifikasi dan model lebih berstandar. “Baru dari situ tercetuslah Mikro Tata Sanitasi,” ucap Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara.

Rasmiyah (34 tahun), seorang ibu rumah tangga, mengaku merasakan manfaat sanitasi bersih di kampung tempat asalnya. Sebelumnya, di tempat tinggalnya, di Desa Ranca Kelapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, ia masih sering melihat warga membuang air besar di sembarang tempat. Bau busuk di sudut-sudut kampung sudah menjadi sesuatu yang biasa di sana.

Rasmiyah terbantu berkat komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperbaiki sanitasi rumah dan lingkungan. Komitmen ini pun disambut baik oleh berbagai elemen masyarakat. Salah satunya adalah Kopsyah BMI yang memiliki program untuk memberikan fasilitas masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah agar dapet mengakses sanitasi yang sesuai standar.

Nana (50) merasakan perkembangan setelah bergabung dengan Kopsyah BMI. Ia yang telah menghabiskan dua tahun menjadi anggota Kopsyah BMI itu merasa mendapat banyak pengetahuan, termasuk edukasi mengenai sanitasi bersih. Pria yang tinggal di Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, itu merasa tidak ada masalah dengan sanitasi dan air bersih. Namun, menurut dia, tetangganya banyak yang ikut program tersebut hanya untuk perbaikan sanitasi mereka.

Misi Kopsyah BMI tersebut ternyata sejalan dengan program United State Agency for International Development (USAID) dalam bidang sanitasi dan air bersih, yaitu Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH). IUWASH yang merupakan program turunan dari USAID itu concern dalam memperbaiki sanitasi lingkungan dan air bersih di Indonesia.

Pertemuan dua misi yang sejalan tersebut membuat Kopsyah BMI dan IUWASH menjalin kerja sama dalam memberikan fasilitas sanitasi dan air bersih bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah di Kabupaten Tangerang. Kopsyah BMI yang sudah memiliki program kredit untuk pembangunan sanitasi bersih kemudian didukung dengan program IUWASH yang senantiasa mengedukasi masyarakat akan pentingnya sanitasi yang berstandar nasional.

Eko Saputro, perwakilan Kemenkes RI, menambahkan, masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya yang menjadi anggota Kopsyah BMI, akan mendapatkan manfaat dari program tersebut. “Kabupaten Tangerang bisa menjadi pelopor untuk menyerukan setop buang air besar sembarangan (BABS) kepada masyarakat Indonesia,” kata Eko.

Ternyata, penggalakan sanitasi lingkungan bersih dan berstandar nasional juga menjadi misi Kemenkes untuk memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Eko mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kopsyah BMI dalam mengedukasi dan membantu masyarakat kalangan menengah ke bawah agar dapat menjangkau sanitasi bersih sesuai standar nasional.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *