Program Padat Karya Tunai Serap 34.576 Tenaga Kerja Untuk Bangun Sanitasi di Pesantren

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperluas penyaluran program Padat Karya Tunai (PKT) atau cash for work melalui penyediaan sarana dan prasarana sanitasi di Pondok Pesantren atau Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK). Dalam sistem e-monitoring Kementerian PUPR per 21 Agustus 2021, telah tersalurkan dana Rp 542,6 miliar atau sebesar 51,9 persen dari target Rp 978,1 miliar.

Anggaran yang terserap digunakan untuk upah tenaga kerja dan material sehingga masih akan terus bertambah seiring waktu. Ekonomi Digital dan Teknologi Diprediksi Bakal Tumbuh Pesat hingga 2030 “Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/pelosok.

Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical dan social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan tertulis, Minggu (22/8/2021). Pembangunan sarana dan prasarana sanitasi Pondok Pesantren/LPK pada TA 2021 ditargetkan sebanyak 6.000 unit yang tersebar di 4.825 lokasi di Indonesia.

Saat ini, sudah tersalurkan di 2.582 lokasi dengan capaian menyerap 34.576 tenaga kerja dari rencana 35.944 tenaga kerja.  Untuk progres fisik seluruhnya sudah mencapai 31,6 persen. Program penyediaan sarana dan prasarana sanitasi pondok pesantren/LPK meliputi pembangunan bangunan MCK, tempat wudhu, tempat cuci tangan dan tempat cuci pakaian serta instalasi pengolahan air limbah domestik dengan alokasi anggaran setiap unit sekitar Rp 200 juta.

Hipmi Nilai Holding BUMN Ultra Mikro Akan Pacu Pemulihan Ekonomi Nasional Di samping sanitasi Pondok Pesantren/LPK, terdapat enam kegiatan PKT lain yang dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya dengan total menyerap 268.859 tenaga kerja. Kegiatan tersebut meliputi Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sebanyak 124.140 tenaga kerja. Kemudian Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) menyerap 17.964 orang,

Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) sebanyak 7.662 tenaga kerja, Sanitasi Perdesaan Padat Karya (Sanimas) sebanyak 27.712 orang. Kegiatan berikutnya, program SPAM Pedesaan Padat Karya (Pamsimas) sebanyak 34.823 orang, dan tambahan kegiatan kontraktual yang dilaksanakan dengan skema padat karya sebanyak 25.285 tenaga kerja.

Sumber : https://money.kompas.com/read/2021/08/22/164354026/program-padat-karya-tunai-serap-34576-tenaga-kerja-untuk-bangun-sanitasi-di

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *