Pamsimas Dukung Pelayanan Air Minum dan Sanitasi Bagi Masyarakat Desa

Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), merupakan program yang turut dinaungi oleh Kementerian PU, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa.

Dengan tujuan menjamin kualitas air bersih maupun lingkungan tempat tinggal yang sehat, khusunya bagi masyarakat desa, pinggiran kota dan daerah Urban.

Dikatakan oleh Direktur Pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Ir. Leroy Samy Uguy, MA. Phd, program yang telah mencakup 15 Provinsi Se-Indonesia ini, ingin menjamin seluruh masyarakat mendapatkan akses air bersih maupun sanitasi yang baik. 

“Kondisi air minum dan sanitasi buruk dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Salah satu dampak yang ditimbulkan yakni Stunting pada anak (kekerdilan). Hasil penelitian sekitar 35 persen terjadi karena buruknya air minum dan sanitasi.

Oleh karena itu, program ini ingin menjamin terutama di daerah yang kurang terjangkau air bersih. Kami mendukung dengan memberikan bimbingan teknis mengenai persiapan untuk penyediaan air bersih dan lingkungan sanitasi, agar terus dikembangkan oleh masyarakat.” kata Leroy Samy, Rabu (26/9/2018). 

Dirinya tiba di Bumi Serumpun Sebalai ini, sebagai bentuk dukungan sinergitas pemerintah pusat, bersama pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan agar terbentuk asosiasi dan para pendamping, agar dapat memberikan solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh KP-Spams.

Sebab Bangka Belitung menjadi satu diantara Provinsi yang menerima Program ini.

Pentingnya Pamsimas ini, sesuai dengan rencana jangka pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah Indonesia telah mengambil inisiatif untuk melanjutkan komitmennya dengan meluncurkan program nasional akses universal air minum dan sanitasi, tahun 2019 dengan capaian target 100 persen akses air minum dan sanitasi bagi seluruh penduduk Indonesia. 

Ketersediaan akses air bersih dan sanitasi, merupakan satu diantara indikator dalam klaaaifikasi status desa dalam Indeks Desa Membangun (IDM).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *