Pamsimas Berikan Akses Air Minum kepada 23,57

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), berhasil memberikan capaian akses air minum kepada 23,57 juta jiwa. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pamsimas III Tahun 2021, Kamis (25/11/2021).

Dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR, Minggu (27/11/2021), selain akses air minum, Basuki mengatakan, akses sanitasi kepada 16,44 juta jiwa juga merupakan salah satu capaian dari Pamsimas. Adapun persebaran wilayahnya mencakup 33 provinsi, 408 kabupaten/kota dan lebih dari 35 ribu desa di seluruh Indonesia.

Bendungan Karalloe dan SPAM Bisa Suplai Air Minum 50 Persen Warga Jeneponto Sementara itu, Basuki menjelaskan mengenai bahwa air minum dan sanitasi merupakan hal yang sangat diperlukan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. “Air minum dan sanitasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dapat menekan angka kemiskinan dan stunting,“ kata Basuki.

Lebih lanjut, program yang telah berjalan selama 14 tahun mulai dari tahun 2008 ini telah mencapai target yang lebih dari yang ditetapkan pada awal program. Oleh karena itu, tanggung jawab yang dimiliki juga menjadi lebih besar guna menjaga keberlangsungan keberhasilan program.

“Mohon dicek secara berkala apakah Pamsimas yang sudah dibangun sudah berfungsi dengan baik atau belum dan segera laporkan apabila ada kendala atau tidak berfungsi,” tambah Basuki.

Basuki menekankan bahwa pembangunan sarana air minum dan sanitasi untuk masyarakat harus berfokus pada Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi dan Rehabilitasi (OPOR). Selain itu, peran fungsi Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) beserta kepala daerah sangatlah penting dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *