Mimpi dan Harapan Ranitya Nurlita, Pegiat yang Aktif di Lingkungan

Ranitya Nurlita

Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi. Indonesia akan memiliki populasi produktif, 15 – 64 tahun, yang proporsinya signifikan. Perkiraan Badan Pusat Statistik, bonus demografi ini akan berakhir pada tahun 2045. Jadi sekaranglahkesempatan bagi Indonesia dalam peningkatan sumber daya manusia—atau negeri ini akan kehilangan potensi perubahan yang lebih baik.

National Geographic Indonesia dan Saya Pilih Bumi sepanjang tahun ini menggelar kampanye #PerempuanUntukPerubahan dan #BerbagiCerita. Gagasan baru ini dikemas dalam diskusi daring bertajuk “Inspirasi Perempuan Perubahan Lingkungan” pada 25-26 April 2020. Sepanjang dua hari itu, enam perempuan  bercerita tentang gagasan dan upayanya mewujudkan Bumi yang lebih baik.

Sesi ketiga bincang daring itu menampilkan Ranitya Nurlita, yang bertajuk AMDAL—Anak Muda dan Lingkungan. Pemantik diskusi dalam sesi ini adalah Titania Febrianti, Contributing Editor di National Geographic Indonesia. 

Model Board Game Sahabat Alam oleh Ranitya Nurita (Sahabat Kita), Ferdian Kelana (Replay Indonesia) dan Fabianus Bayu. Sahabat Alam merupakan board game edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang gaya hidup lingkungan dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

Ranitya NuritaModel Board Game Sahabat Alam oleh Ranitya Nurita (Sahabat Kita), Ferdian Kelana (Replay Indonesia) dan Fabianus Bayu. Sahabat Alam merupakan board game edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang gaya hidup lingkungan dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

Ranitya Nurlita merupakan Penggiat Lingkugan dan saat ini aktif sebagai Founder of Waste Solution Hub. Kata Nurlita, anak muda harus memberikan dampak terutama pada lingkungan. Dia pernah terlibat di Asean Reusable Bag Campaign sejarahnya berawal dari dana hibah. ASEAN Reusable Bag Campaign (ASEAN RBC) dimulai pada tahun 2015 di Jakarta Indonesia, Malaysia (Kuching dan Kuala Lumpur), dan Filipina (Davao).

Masalah lingkungan sangat banyak, seperti perubahan iklim, penebangan pohon, pencemaran air, udara, tanah dan laut. Ranitya mempertanyakan mengapa lingkungan itu unik. Dia mencatat bahwa inspirasi datang dari konteks seperti Amerika Serikat, di mana tas daur ulang tersedia, pola pikir masyarakat yang ramah lingkungan dan di mana konsumen sering harus membayar kantong plastik baru jika tidak membawa kantong.

Tujuan ASEAN RBC untuk meningkatkan kesadaran tentang perlindungan lingkungan, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, dan untuk mempromosikan penggunaan tas yang dapat digunakan kembali sebagai bagian dari gaya hidup hijau. Kampanye ini terdiri dari beberapa kegiatan: Reusable Bag Goes to Road, Reusable Bag Goes to Campus, Reusable Bag Goes to School, ASEAN Reusable Bag Education Forum, dan Kewirausahaan Sosial Inovatif-Eco Lifestyle Bag.

Tim Wastehub.id dan relawan saat mengelola sampah kegiatan pameran.

Waste Solution HubTim Wastehub.id dan relawan saat mengelola sampah kegiatan pameran.

ASEAN RBC mendorong kewirausahaan kaum muda, telah menjual tas dalam berbagai ukuran dan jumlah tas yang diproduksi adalah 7.549 buah. Lebih dari 10.000 orang mendapat informasi dari kampanye ini.

Bagi Ranitya, kolaborasi dengan pemuda ASEAN sangat penting dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pada 2017, Ranitya memprakarsai “Sahabat Alam” (SALAM) the Board Game. Salam Board Game adalah permainan papan edukasi (boardgame) untuk meningkatkan kesadaran tentang gaya hidup lingkungan sehari-hari bekerjasama dengan Replay Indonesia (Komunitas permainan papan) dan Shirohyde.

Nurlita bekerja purnawaktu di perusahaan Thailand dan aktif di bidang lingkungan, yang mengembangkan berbagai kampanye penggunaan ulang tas yang kita pakai dan pengelolaan sampah yang terintegrasi yang bernama Waste Solution Hub.

National Geographic Indonesia dan Saya Pilih Bumi sepanjang tahun ini menggelar kampanye #PerempuanUntukPerubahan dan #BerbagiCerita. Gagasan baru ini dikemas dalam diskusi daring bertajuk "Inspirasi Perempuan untuk Perubahan Lingkungan" pada 25-26 April 2020.

National Geographic IndonesiaNational Geographic Indonesia dan Saya Pilih Bumi sepanjang tahun ini menggelar kampanye #PerempuanUntukPerubahan dan #BerbagiCerita. Gagasan baru ini dikemas dalam diskusi daring bertajuk “Inspirasi Perempuan untuk Perubahan Lingkungan” pada 25-26 April 2020.

Waste Solution Hub (Wastehub.id) adalah inovasi sosial yang berfokus pada pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di daerah urban dengan pendekatan sistem teknologi terintegrasi dan melibatkan multi pihak.

Misi sosial Wastehub adalah memberdayakan pemulung untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Sejak 6 bulan beroperasi, total pengunjung yang teredukasi selama acara berkisar antara 23.082 orang, memberdayakan ratusan pemulung di Jurangmangu, dan lebih dari 50 relawan terlibat. Sampah yang telah dikelola dan tidak masuk ke TPA lebih dari 2.437 kilogram.

Wastehub.id melakukan edukasi ke pengunjung dalam pemilahan sampah di kegiatan pameran

Waste Solution HubWastehub.id melakukan edukasi ke pengunjung dalam pemilahan sampah di kegiatan pameran

Layanan Waste Solution Hub dibagi menjadi empat jenis yaitu:

Consult, memberikan jasa konsultasi secara profesional untuk menyelesaikan masalah umum antara masyarakat, pemulung, lapak, dan unit usaha untuk meningkatkan area pengumpulan sampah dengan pendekatan win-win solution.

Create, membuat pengelolaan sampah yang lebih sistematis, terintegrasi dan berkelanjutan dengan pendekatan teknologi.

Empower, meningkatkan pendapatan bagi pemulung dengan memberikan peluang tambahan dan soft skill (pelatihan, kegiatan sukarela, kerajinan, peningkatan kapasitas, dll).

Solve, membangun sanitasi, lingkungan, dan fasilitas kesehatan yang layak.

Ia memulai dari dunia kerelawanan untuk pengurangan kantong plastik sejak menjadi mahasiswa baru di IPB, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada 2011. Saat itu ia berpikir bahwa lingkungan adalah hal yang menarik untuk diselesaikan. Beberapa Organisasi yang pernah digelutinya seperti Youth for Climate Change Indonesia, Presiden Hilo Green Community, BEM KM IPB, Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Timur, SSEAYP Intenational Indonesia, Maritim Muda Nusantara dan Ketua Bidang Lingkungan Hidup Rumah Millenials.

Titania Febrianti memberikan epilog dalam sesi berbagi cerita ini. “Passion itu amat penting saat kita terjun ke dunia lingkungan apapun bidangnya,” ujarnya. Dia menambahkan, “Apapun yang kita lakukan pasti ada dampaknya. Jadi lakukanlah, jalankanlah sekecil apapun yang kita perbuat, pasti kan memberikan pengaruh pada orang lain. Semua harus dimulai dari diri kita sendiri.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *