Mengenal Sanitasi dan Sanitasi Dasar Rumah Tangga

Kebutuhan akan sanitasi yang baik merupakan hal yang harus dipenuhi masyarakat di zaman yang semakin maju sekarang ini. Masyarakat baik di kota maupun di desa membutuhkan sanitasi dasar yang baik untuk menjaga kehidupannya agar tetap pada status kesehatan yang berkualitas. Dengan terwujudnya sanitasi dasar yang baik diharapkan mampu mengurangi terjadinya penularan penyakit sehingga tingkat kesehatan masyarakat semakin baik.


Salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya derajat kesehatan masyarakat adalah keadaan sanitasi lingkungannya itu sendiri. Sanitasi dasar sangat erat kaitannya dengan angka taraf kesehatan jasmani dan rohani seseorang. Maka jika semakin baik kondisi sanitasi lingkungannya maka semakin baik pula tingkat kesehatan masyarakat di lingkungan tersebut.
Lalu, apa itu sanitasi? Baca selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Sanitasi

Sanitasi adalah bagian dari ilmu kesehatan lingkungan yang meliputi cara dan usaha individu atau masyarakat untuk mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. 

Sanitasi Dasar

Sanitasi dasar adalah sanitasi minimum yang diperlukan untuk menyediakan lingkungan sehat yang memenuhi syarat kesehatan yang menitikberatkan pada pengawasan berbagai faktor lingkungan yang memengaruhi derajat kesehatan manusia. Upaya sanitasi dasar meliputi penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia (jamban), pengelolaan sampah (tempat sampah) dan saluran pembuangan air limbah (SPAL).
Sanitasi dasar meliputi sarana buang air besar berupa jamban/toilet, sarana pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah rumah tangga.
1. Toilet

Menjaga kebersihan toilet adalah hal yang sangat penting. Toilet harus dilakukan pemeliharaan yang rutin, karena jika tidak, akan membuat toilet menjadi tempat berkembangbiaknya berbagai penyakit yang menular melalui kotoran, seperti diare, kolera dan lain-lain.
Toilet yang sehat adalah salah satu akses sanitasi yang layak. Akses sanitasi yang layak apabila penggunaan fasilitas tempat buang air besar tersebut adalah milik sendiri atau milik bersama, kemudian kloset yang digunakan adalah jenis leher angsa dan tempat pembuangan akhir tinja menggunakan tangki septik/sarana pembuangan air limbah (SPAL). Berikut ini adalah syarat toilet sehat:

  • Konstruksi toilet dibangun menjauhi sumber air minum, sehingga tidak mencemari sumur. LetakĀ septic tankĀ atau lubang penampungan kotoran minimal memiliki jarak 10 meter dari sumur. Dan untuk toilet yang didirikan di atas tanah liat atau tanah berkapur, maka jarak septic tank dengan sumur haruslah lebih dari 10 meter.
  • Toilet harus dibangun dengan dilengkapi fasilitas pentup lubang toilet, sehingga serangga tidak dapat masuk ke lubang toilet serta tidak menimbulkan bau.
  • Air seni dan air pembersih yang disalurkan ke arah lubang toilet harus bisa tertampung dengan baik, sehingga tidak mencemari tanah disekitarnya. Oleh karenanya, pembangunan toilet dilakukan dengan membuat lantai toilet dengan luas 1×1 meter dengan sudut kemiringan yang cukup ke arah lubang toilet.
  • Toilet mudah dibersihkan dan aman digunakan. Untuk itu harus dibuat dari bahan yang kuat dan tahan lama.
  • Toilet dibangun dengan dilengkapi dinding dan atap pelindung.
  • Lantai toilet haruslah kedap air.
  • Ventilasi dan luas toilet yang cukup.
  • Di dalam toilet tersedia air, sabun dan alat pembersih sehingga toilet tetap bersih dan terhindar dari bau tinja. Toilet dibersihkan minimal 2-3 hari sekali.

Untuk menjaga kesehatan anggota keluarga perlu adanya perhatian khusus terhadap sistem pembuangan kotoran manusia. Kotoran manusia dapat mengandung virus, bakteri, dan parasit, yang dapat menjangkiti orang lain melalui air dan/atau makanan telah terkontaminasi secara langsung ataupun tidak langsung (melalui lalat). Sistem pembuangan kotoran manusia yang tidak semestinya akan menyebabkan lingkungan yang terkontaminasi.
2. Sarana Pengelolaan Sampah dan Limbah Rumah Tangga
Lingkungan dengan sanitasi yang baik haruslah menyediakan bak/tong sampah yang diletakkan depan blok hunian masing-masing. Sehingga para penguni bisa membuang sampahnya secara teratur dan tepat waktu dan pengangkutannya pun dapat dilakukan oleh petugas kebersihan secara teratur.

  • Penimbunan darat, yaitu membuang sampah dengan cara menimbunnya, termasuk menguburnya untuk membuang sampah.
  • Pembakaran, yaitu metode yang melibatkan pembakaran zat sampah, merubah sampah menjadi panas, gas, uap dan abu.
  • Metode daur-ulang, yaitu proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali.
  • Pengolahan kembali secara fisik, yaitu mengumpulkan  sampah yang dibuang dan kemudian dioleh untuk dapat digunakan kembali, misalnya botol bekas pakai yang kemudian diolah dan digunakan kembali.

Itulah ulasan mengenai sanitasi. Masyarakat diharapkan lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap pentingnya sanitasi dan penyehatan lingkungan sehingga terwujud lingkungan yang bersih dan sehat. Dalam hal ini berperilaku sehat dalam memelihara kesehatan diri serta lingkungan dengan bekerja sama dengan pihak-pihak yang terkait.

Sumber : https://www.pengadaan.web.id/2021/02/sanitasi-adalah.html

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *