Longsor Sukajaya: Desa Cileuksa Butuh Pasokan Air Bersih dan MCK

Pengungsi di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, membutuhkan pasokan air bersih dan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK).

Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi mengungkapkan, warganya yang mengungsi, mulai terserang diare dan penyakit kulit, karena minimnya air bersih dan sarana sanitasi.

Menurutnya, di desa ini, dari 14 kampung yang ada, 11 di antaranya terdampak bencana. Hingga, Rabu (22/1) total jumlah pengungsi mencapai 4.174 dari 11 kampung. Dari keseluruhan jumlah pengungsi, 148 di antaranya merupakan ibu menyusui dan 39 ibu hamil.

frozenfoodscorner
frozenfoodscorner

Dari jumlah itu, pengungsi terbanyak berasal dari Kampung Cileuksa Utara sebanyak 893 jiwa. Di kampung ini juga rumah rusak akibat bencana mencapai 1.261 unit.

Kampung Cileuksa Utara merupakan wilayah paling parah terdampak bencana. Di kampung itu, 291 KK mengungsi yang terdiri dari 893 jiwa dan 24 di antaranya merupakan ibu menyusui.

Warga bersama relawan, secara gotong royong membangun hunian sementara (huntara) dari konstruksi batang-batang bambu serta beratapkan terpal.

Di huntara buatan warga ini dihuni 1.152 jiwa, berasal dari Kampung Cileuksa Utara 893 jiwa dan 81 jiwa dari Kampung Pasir Eurih.

“Yang diperlukan warga saat ini air bersih dan sanitasi. Saya harapkan pemerintah bisa segera membantu. Toh sekarang akses jalan sudah mulai terbuka,” kata Kades Cileuksa, Ujang Ruhyadi, Rabu (22/1).

Dia juga menegaskan, pemerintah tidak perlu lagi memikirkan Huntara. Karena itu sudah banyak dibangun oleh pengungs dan relawan.

“Yang penting mah air bersih dulu. Huntara juga nggak perlu. Karena kita sudah buat. Jadi pemerintah tinggal siapkan hunian tetap saja. Kita kalau harus direlokasi juga siap untuk ke hunian tetap. Untuk logistik, cukuplah untuk beberapa hari ke depan,” kata Ujang.

Pun dengan perbaikan listrik. Dia berharap segera ada penanganan.

“Kami di sini dari pas bencana itu listrik mati total. Paling pakai genset kalau malam,” katanya.

Salah satu pengungsi, Uto, mengungkapkan beberapa kebutuhan yang masih kurang, yakni selimut dan matras untuk tidur.

“Tikar sama selimut juga kita butuh. Sama air bersih,” kata dia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *