BILIK AKSI ( BINA LINTAS SEKTOR UNTUK AKSES SANITASI

Bilik Aksi merupakan suatu Inovasi untuk meningkatkan akses sanitasi di wilayah kerja UPT Puskesmas Guntung, yang mana akses sanitasi masih belum optimal, dimana pada Tahun 2013 ke bawah masih banyak masyarakat yang BAB di sembarang tempat, kegiatan ini sebenarnya dimulai pada Tahun 2013, yaitu dengan melakukan pembinaan kepada Kepala Desa Kamayahn dan kader serta melakukan pemicuan terhadap masyarakat dan akhirnya bisa terwujud kegiatan arisan jamban/wc yang beranggotakan 56 orang dengan kepala desa sebagai pengurus/pengelola dibantu oleh kader, sehingga dari kegiatan ini berhasil terbanguan 56 buah wc dan akses jamban meningkat dari 35 % menjadi 62,62 %, yang mana iuran arisan cuman Rp.1.000,- per hari, setelah 2 minggu dilakukan pengundian, dan uang yang ada dibelikan bahan-bahan pembuatan Wc oleh pengelola, sebagian lagi disisihkan utk upah pembanguan wc, untuk masyarakat Desa kamayahan sendiri rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah, sehingga mereka cuman mampu membayar iuran Rp. 1.000,- per hari, kegiatan Bilik Aksi ini kembali diaktifkan pada tahun 2017 yaitu dengan melakukan pembinaan, edukasi dan advokasi terhadap lintas sektor terkait, dalam hal ini Kepala Desa, Kader, Aparat Desa dan juga meminta dukungan kepada Camat dan fasilitator kecamatan, pada kegiatan ini masing – masing kepala Desa diminta membuat rencana peningkatan akses sanitasi, yaitu pembanguan jamban/wc, sarana air bersih, pengelolaan sampah, dan sarana CTPS, setelah dibuat perencanaan kemudian dilakukan monitoring dan evaluasi kegiatan, dilanjutkan dengan membuat rencana tindak lanjut, dari kegaiatn ini masing – masing kepala Desa membuat perencanaan pembangunan/rehab sarana sanitasi dengan menggunakan anggaran desa, membuat usulan ke dinas PU dan ikut program PAMSIMAS, dari kegiatan ini berhasil meningkatkan akses masyarakat terhadap sarana sanitasi, yaitu meningkatnya Desa ODF dari 20 % menjadi 70 % pada Tahun 2020, akses Sarana Air Bersih meningkat menjadi 78,11 %, 70 % Desa sudah melakukan pengelolaan sampah dengan baik, di masa pandemi Covid-19 Tahun 2020 semua kepala desa menyediakan sarana CTPS di setiap rumah, dan dari peningkatan akses sanitasi tersebuat angka kejadian Diare di wilayah kerja UPT Puskesmas Guntung menurun dari 149 kasus menjadi 20 kasus, dan semoga kedepannya akses sanitasi bisa lebih optimal dan angka kejadian penyakit berbasis lingkungan bisa ditekan seminimal mungkin.

Sumber : https://indohcf-award.com/innovation-detail/1123

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *