Baru 39 Persen Akses Sanitasi di Palembang Layak Pakai

Palembang, IDN Times – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai menjalankan pengelolaan limbah menjadi air bersih di Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur, Rabu (4/11/2020) kemarin. IPAL itu juga akan meningkatkan sanitasi air limbah di Palembang yang masih minim. 

Menurut Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, pembangunan IPAL Sei Selayur untuk dikelola Pemkot Palembang bakal menerapkan dua sistem.

“Pertama yang berkaitan dengan sampah solid waste dan air, atau waste water.
Saat ini kita sedang membangun sanitasi waste water atau air limbah,” ujarnya.

1. Baru 39 air bersih di Palembang layak pakai

Baru 39 Persen Akses Sanitasi di Palembang Layak Pakai Pembukaan pembangunan IPAL di Palembang (IDN Times/Humas Kominfo)

Ia mengatakan, penanganan air limbah pun dibagi menjadi beberapa teknis. Tidak hanya skala perkotaan, tapi ada juga skala pedesaan seperti sanitasi berbasis desa atau kelurahan, dan sanitasi berbasis masyarakat atau komunal.

Khusus di Palembang, air bersih dan sanitasi memiliki akses 70 persen. Angka tersebut terbilang tinggi bila dibandingkan dengan kota lain di Indonesia. “Namun yang layak pakai baru 39 persen,” kata dia.

2. Klaim pemerintah konsisten lakukan pembangunan

Baru 39 Persen Akses Sanitasi di Palembang Layak Pakai Pembukaan pembangunan IPAL di Palembang (IDN Times/Humas Kominfo)

Sedangkan secara keseluruhan di Indonesia, persentase air bersih rata-rata memiliki 84 persen dengan akses sanitasi hingga 74 persen. Mengingat angka nasional yang lumayan baik, pemerintah pun gencar melakukan pembangunan IPAL di setiap kota, termasuk Palembang yang menjadi pembangunan terpadu pertama.

“Apa yang akan dibangun hari ini menjadi bukti keseriusan pemerintah setempat dalam penanganan limbah di kotanya,” terangnya.

3. Anggaran pembangunan IPAL capai Rp1,2 triliun

Baru 39 Persen Akses Sanitasi di Palembang Layak Pakai Pembukaan pembangunan IPAL di Palembang (IDN Times/Humas Kominfo)

Pembangunan IPAL Palembang bersumber dari dana hibah. Selain itu, pemerintah pusat, Pemkot maupun Provinsi juga mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan total Rp1,2 triliun.

“Pemerintah setempat juga harus mengucurkan anggaran agar pembangunan IPAL ini berjalan. Dengan komposisi APBN 55 persen dan APBD 35 persen, tergantung realisasi kebutuhan di lapangan,” jelas dia.

4. Terima dana bantuan dari Australia sebesar Rp450 miliar

Baru 39 Persen Akses Sanitasi di Palembang Layak Pakai Pembukaan pembangunan IPAL di Palembang (IDN Times/Humas Kominfo)

Mengapresiasi dukungan pembangunan IPAL, Wali Kota (Wako) Palembang menyampaikan terima kasih kepada pihak yang turut membantu. Dirinya bersyukur karena Palembang menjdi satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat hibah dari Pemerintah Australia.

Sumber : https://sumsel.idntimes.com/news/sumsel/feny-agustin/baru-39-persen-akses-sanitasi-di-palembang-layak-pakainbsp/4

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *