Makanan merupakan kebutuhan sehari-hari yang harus diperhatikan kebersihan dan keamanannya. Sayangnya, masih ada kekhawatiran mengenai penggunaan bahan kimia yang tidak semestinya pada pangan, salah satunya formalin. Agar tidak mudah tertipu, konsumen perlu mengetahui beberapa tanda yang patut dicermati sebelum membeli atau mengonsumsi makanan.
Apa Itu Makanan Berformalin?
Formalin merupakan larutan yang mengandung formaldehida dan digunakan untuk berbagai keperluan non-pangan. Formalin bukan bahan tambahan pangan yang diperbolehkan untuk mengawetkan makanan. Penggunaannya pada makanan dapat menimbulkan risiko kesehatan sehingga keamanan pangan perlu menjadi perhatian bersama.
Namun, penting untuk dipahami bahwa ciri-ciri makanan secara fisik tidak dapat memastikan makanan mengandung formalin. Pemeriksaan khusus diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan tersebut.
Ciri-Ciri yang Perlu Dicermati
Beberapa makanan yang dicurigai menggunakan formalin terkadang memiliki karakteristik yang tidak biasa. Misalnya, makanan terlihat lebih awet dibandingkan produk sejenis, teksturnya terasa lebih kenyal atau keras, dan perubahan fisiknya relatif lambat.
Makanan tertentu juga dapat terlihat tetap dalam kondisi baik meskipun sudah disimpan cukup lama. Meski demikian, karakteristik tersebut bukan bukti pasti adanya formalin karena kondisi makanan juga dipengaruhi oleh jenis bahan, proses pengolahan, suhu, kemasan, dan cara penyimpanan.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan warna, bau, tekstur, atau lama penyimpanan ketika menentukan keamanan makanan.
Bagaimana Cara Memastikan Keamanan Makanan?
Langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membeli makanan dari penjual atau produsen terpercaya. Perhatikan kebersihan tempat pengolahan, kondisi kemasan, tanggal produksi, serta cara penyimpanannya.
Jika terdapat dugaan penggunaan bahan kimia berbahaya, pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan metode pengujian yang sesuai. Untuk formalin, gunakan alat atau metode yang memang ditujukan untuk mendeteksi formaldehida. Sementara itu, borax test kit digunakan untuk pengujian boraks, sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan jenis zat yang ingin diperiksa.
Pastikan selalu mengikuti petunjuk penggunaan kit dan prosedur pengujian dari produsennya. Untuk kebutuhan pemeriksaan dengan tingkat kepastian yang lebih tinggi, pengujian laboratorium dapat menjadi pilihan.
Jadilah Konsumen yang Lebih Cermat
Menjaga keamanan pangan dimulai dari kebiasaan sederhana. Jangan mudah tergiur makanan yang terlihat sangat awet atau memiliki karakteristik tidak biasa. Pilih produk dari sumber terpercaya dan lakukan pemeriksaan apabila terdapat alasan yang cukup untuk mencurigainya.
Dengan pengetahuan yang tepat dan pemeriksaan yang sesuai, kita dapat lebih bijak dalam memilih makanan sekaligus mendukung penerapan sanitasi dan keamanan pangan yang lebih baik.
