Sanitasi dan Lingkungan Sehat

Tidak mudah menciptakan lingkungan sehat, sebab harus melibatkan semua manusia yang ada dan yang tidak ada pada di lingkungan itu. Mewujudkan lingkungan sehat harus dari keinginan semua pihak termasuk pemerintah.

Keinginan (komitmen) itu harus kuat, tidak sekadar komitmen tanpa implementasi. Pada tahap implementasi terkadang komitmen itu tidak dapat dijalankan oleh semua pihak. Sederhananya agar tidak bertaburan sampah pada sembarang tempat maka harus melibatkan semua pihak yang ada di lingkungan itu, termasuk yang tidak ada di lingkungan itu.

Sederhananya, lingkungan sehat berkaitan erat dengan sanitasi yakni satu usaha, upaya untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat. Kata sani artinya mulia, luhur, indah sehingga sanitasi merupakan usaha yang mulia, luhur dan indah untuk menciptakan keadaan yang baik di bidang lingkungan sehat.

Lingkungan sehat pasti mendatangkan kesehatan bagi penghuni lingkungan sehat maka dari itu peduli dengan lingkungan sehat adalah peduli dengan kesehatan. Undang-undang Lingkungan seharusnya berkolaborasi dengan Undang-undang Kesehatan sehingga sejalan, selaras dan seiring sebab sanitasi berkaitan erat dengan lingkungan fisik yakni air, tanah dan udara.

Bila lingkungan fisik ini (air, tanah dan udara) tercemar maka lingkungan tidak sehat dan lingkungan tidak sehat atau tidak hygiene maka manusia, sekelompok masyarakat dalam lingkungan fisik yang tidak hygiene itu akan sakit. Lingkungan tidak hygiene maka tidak tercipta sanitasi. Sedangkan sanitasi satu upaya menciptakan suatu kondisi yang baik dalam bidang kesehatan.

Peran Perilaku Manusia

Sanitasi menciptakan lingkungan sehat, menciptakan lingkungan sehat berkaitan erat dengan perilaku manusia, baik per orangan, per kelompok, per lembaga, per instansi pemerintah dan swasta. Perilaku yang senang, cinta dan mengutamakan lingkungan sehat dari segala-galanya.

Berkomitmen dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen penting dan lebih penting lagi implementasi karena banyak yang berkomitmen ingin menciptakan lingkungan sehat akan tetapi dalam implementasi tidak demikian. Menciptakan sanitasi yang baik pada dasarnya tidak sulit, akan tetapi menjadi sulit bila tidak setiap individu, kelompok, lembaga, instansi, perusahaan sepakat, paham dan ingin mewujudkan sanitasi yang baik.

Hal ini seiring, sejalan dengan konsep sanitasi yang lebih fokus kepada kondisi lingkungan fisik yang sehat. Lingkungan fisik itu milik semua orang maka upaya menciptakan sanitasi yang baik upaya seseorang, sekelompok orang, dan semua orang tanpa terkecuali.

Menciptakan sanitasi yang baik berhubungan dengan tingkah laku manusia secara per orangan, per kelompok, lembaga, instansi, perusahaan, pemerintah dan swasta tanpa terkecuali. Penulis ingin menuliskan tingkah laku manusia secara per orangan akan tetapi hal ini juga berlaku untuk per kelompok, lembaga, instansi, perusahaan pemerintah dan swasta.

Perilaku dan kebiasaan manusia yang suka buang air kecil pada sembarang tempat, membuang air besar pada sembarangan, maka agama (Islam) mengatur perilaku atau tingkah laku ummatnya untuk membuang air kecil dan besar.

Kebiasaan buruk membuang air kecil, membuang air besar pada sembarang tempat misalnya di parit, sungai, pantai dan bahkan di tanah lapang, akan menciptakan sanitasi buruk dan mengundang datangnya penyakit. Kebiasaan manusia yang suka membuang sampah sembarangan, menimbulkan pemandangan dan aroma tidak enak, serta mengundang berbagai penyakit.

Menurut hadist Nabi besar Muhammad SAW, kebersihan setengah dari iman. Luar biasa dan terbukti tubuh yang bersih dapat terhindar dari berbagai penyakit.

Di samping menjaga kebersihan tubuh secara umum, perilaku atau kebiasaan tidak mencuci tangan dengan bersih, pakai sabun, dicuci pada air mengalir ketika akan memegang makanan mendatangkan penyakit sebab tangan yang tidak bersih mengandung banyak kuman dan masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dimakan.

Bila tangan bersih (hygiene) maka kuman tidak ikut bersama makanan. Kebiasaan, tingkah laku yang suka makan dan minum sembarangan, kurang (tidak) memerhatikan kebersihan (hygiene) makanan kebiasaan buruk dalam sanitasi.

Perilaku manusia yang selalu tidak sejalan dengan konsep sanitasi yakni tidak peduli dengan lingkungan fisik (air, tanah dan udara) yang tercemar maka lingkungan tidak sehat akan diperoleh manusia itu.

Dampak dari lingkungan fisik tercemar maka akan mengancam kehidupan semua manusia tanpa terkecuali pada lingkungan tidak sehat atau tidak hygiene itu. Kini pertanyaannya, apakah kita semua mau mewujudkan sanitasi itu? Bila ingin maka lakukan segera!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *